Sabtu, 25 Agustus 2012

Keutamaan Puasa 6 Hari dibulan Syawal

Penomena berakhirnya Bulan Seribu Bulan sangat menyedihkan karena belum tentu tahun depan kita bisa menjumpainya lagi, namun beda lagi buat mereka yang menganggap bahwa puasa merupakan siksaan dzahir karena siang hari dilarang menikmati kelezatan duniawi.

Syawal merupakan bualn yang ke-10 dari rentetan bulan-bulan Hijriyah, tepat setelah sirnanya bulan penuh berkah, maghfirah dah rahmah, yaitu bulan Ramdhan, bulan seribu bulan.

Di bulan Syawal kita disunnahkan untuk melaksanakan puasa 6 hari, terhitung mulai tanggal 2 syawal karena pada tgl 1 syawal merupakan hari penghormatan Alloh kepada kita semua yang telah melaksanakan puasa Ramadhan sebulan penuh sehingga kita diharamkan untuk melaksanakan puasa pada tanggal 1 syawal karena dianggap melecehkan penghormatan Alloh.

Sebagian Ulama’ (para ulama’ pengikut madzhab Malikiyyah) menghukumi makruh melaksanakn puasa 6 hari dibulan syawal karena ada kesan tasyabbuh (serupa) dengan prilaku orang-orang Ahli Kitab (kaum Yahudi dan Nashrani) dan ada unsur menambah kewajiban yang hakikatnya tidak disyari’atkan oleh Alloh, namun pendapat tersebut disangkal oleh jumhur Ulama’ bahwa puasa 6 hari dibulan Syawal sama sekali tidak ada unsur tasyabbuh dengan Ahli Kitab karena antara pelaksanaan kedua puasa tersebut telah dipisah dengan diharamkannya puasa pada tanggal 1 Sayawal, sehingga hal itu mengindikasikan bahwa puasa pertama (Ramadhan) adalah Wajib sedangkan puasa yang kedua(Syawal) adalah sunnat. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan Abu Ayyub dari Nabi Muhammad Saw, bahwasannya beliau bersabda;

من صام رمضان ثمّ أتبعه ستّا من شوّال كان كصبام الدهر كله
“Barang siapa yang berpusa dibulan Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan berpuasa 6 hari dibulan Syawal, maka seakan-akan dia melaksanakan puasa setahun penuh”.

Hadits diatas merupakan interpretasi dari ayat Alqur’an yang berbunyi;

من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها
“Barang siapa yang melaksanakn kebajikan, maka dia akan mendapatkan pahala sepuluh kali lipat”.

Korelasi dari kedua dalil diatas adalah dalam satu tahun terdapat kurang lebih 360 hari, sedangkan dalam bulan Ramadhan terdapat 30 hari sehingga ketika kita melaksanakan puasa Ramadhan maka seakan kita telah melaksanakan puasa 300 hari (30 hari x 10 ), kemudian tatkala kita melaksanakan puasa 6 hari dibulan Syawwal maka seakan kita melaksanakan puasa 60 hari (6 hari x 10), sehingga sempurna sudah bilangan 360 hanya dengan melaksanakn puasa Ramadhan sebulan penuh dan 6 hari dibulan Syawwal.

Dalam realisasinya para ulama’ terjadi khilaf (beda pendapat). Ulama’ Syafi’iyyah dan Hanabilah (madzhab imam Hambali) merumuskan bahwa yang paling utama puasa 6 hari dibulan Syawwal dilaksanakan dengan cara berturut-turut tanpa adanya pemisah, karena akan memberikan stimulasi (rangsangan) terhadap jiwa kita. Sementara Ulama’ Hanafiyyah berpendapat bahwa sebaiknya dilaksanakan secara terpisah, yaitu setiap minggu 2 hari.

Terkadang banyak diantara kita yang merasa bebas merdeka setelah usai melaksanakan puasa bulan Ramdhan, sementara itu eksistensi puasa syawwal merupakan stimulan dan penyemmpurna atas kelalaian kita didalam puasa Ramadhan, seperti sholat sunnah rowatib atau sujud sahwi yang dilaksanakan untuk menutupi kekurangan kita disaat melaksanakan sholat fardlu.

Didalam kitab Raudlatul Ulama’ dijelaskan, salah satu hikmah pelipat-gandaan pahala bagi ummat Muhammad adalah untuk mengimbangi pahala yang telah diperoleh oleh ummat-ummat terdahulu, mengingat ummat-ummat terdahulu usianya mencapai ratusan tahun sementara usia ummat Muhammad tidak terlampau jauh dengan usia s
Tautanang Nabi (63 tahun), seperti bunyi hadits yang pernah disabdakan oleh Beliau sendiri. Hanya dengan melaksanakan puasa Ramadhan dan 6 hari dibulan Syawwal, seakan kita telah melaksanakan puasa setahun penuh, teramat mudah bagi kita untuk bisa menyaingi ibadah ummat terdahulu yang usianya jauh lebih panjang dari usia kita, apalagi kalau kita mendapatkan malam seribu bulan (Lailatul Qadar). Akankah kita menyia-nyiakan penghormatan Alloh kepada kita? Berpuasalah dibulan Ramadhan dan lanjutkan dengan melaksanakan puasa 6 hari dibulan Syawwal...

Semoga kita semua mendapatkan gelar Al Muttaqien, amien......:)

By. Qomaruzzaman Muchlish, Lc.

Mesir, 17 September 2009
pukul 0:21

Catatan:Qodlo puasa Ramadhan yg dilaksanakan pada hari senin/kamis apalagi bertepatan dengan ayyamul bield (tgl 13, 14 n 15) dibulan syawal, maka akan mendapatkan pahala keempat Puasa, laksana pepatah Sekali dayung tiga hingga empat pulau terlampaui..

Alhamdulillah yaa Rabb.. KAU jadikan hamba sebagai ummat Muhammad...:)


0 komentar:

Poskan Komentar